Tiga Buku yang Wajib Dibaca Saat Masa Kuliah

Tuesday, 6 April 2021 01:21 PM
by Media ENT

Masa kuliah merupakan waktu yang tepat untuk mengeksplorasi banyak hal, termasuk untuk menambah wawasan. Tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi membaca buku juga dapat meningkatkan pengetahuan. Ada banyak sekali buku yang bisa dipilih, tergantung dari selera masing-masing. Oleh karena itu, berikut ini akan dirangkum tiga buku fiksi dan non fiksi yang wajib dibaca oleh para mahasiswa.

 

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

 

oleh: Mark Manson

Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

 

Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat sangat cocok untuk pembaca yang sedang mencari makna hidup atau yang merasa sedang berada dalam titik terendah kehidupan. Mark Manson menuangkan gagasan dan argumentasinya dengan lugas dan terstruktur. Tidak lupa dipertegas dengan cerita-cerita tentang pengalaman hidupnya dan menambahkan sejumlah kisah nyata dari beberapa tokoh, seperti Charles Bukowski, Dave Mustaine, dan William James. Melalui bukunya ini, Mark ingin membuka pikiran pembaca bahwa kunci kehidupan yang baik memang bukan tentang memedulikan lebih banyak hal, melainkan tentang memperdulikan hal sederhana.

 

Laut Bercerita

 

Oleh: Leila S. Chudori

Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

 

Meski mengangkat kisah berlatar kerusuhan tahun 1998, novel berjudul “Laut Bercerita” ini merupakan salah satu buku fiksi yang bisa menemani kamu ketika mengisi waktu luang. Hal menarik dari novel tersebut adalah menggunakan dua sudut pandang dari tokoh yang berbeda dengan menyorot konflik utama, yakni mengisahkan secara gamblang kejadian kejamnya rezim pada masa itu. Sudut pandang pertama, yakni sang tokoh utama bernama Biru Laut, menceritakan dirinya yang mengikuti organisasi aktivis demi membela keadilan rakyat. Sementara, sudut pandang kedua, sang adik dari tokoh utama, Asmara Jati, berkisah tentang ia dan anggota keluarganya kehilangan orang yang paling mereka sayangi. Dengan pemakaian perspektif yang berbeda, pembaca dapat dengan mudah menyelami pikiran para aktivis yang memperjuangkan hak rakyat, dan merasakan bagaimana perasaan kita sebagai keluarga yang kehilangan salah satu anggotanya. Banyak hal yang menginspirasi dalam buku ini dan memberitahu pada pembaca bahwa Indonesia pernah mengalami kejadian kelam. 

 

Kami (bukan) Sarjana Kertas

 

Oleh: J.S. Khairen

Penerbit: Bukune

 

Buku fiksi “Kami (bukan) Sarjana Kertas” menceritakan tentang sekumpulan mahasiswa yang berkuliah di kampus UDEL yang jika dicari mesin pencarian google pasti tidak akan muncul. Hal ini dikarenakan reputasinya yang sangat buruk dan hanya sebagai pilihan terakhir bagi orang-orang untuk berkuliah. Para mahasiswa tersebut memiliki beragam alasan untuk berkuliah, mulai dari karena terpaksa, ada yang disebabkan kondisi ekonomi keluarganya, dan terdapat pula alasan mahasiswa yang ditolak oleh perguruan tinggi negeri. Keberagaman tersebut akan diuji oleh permasalahan-permasalahan selama di kampus tersebut. 

Masalah yang diangkat pun sangat berhubungan dengan kehidupan nyata kampus, mulai dari adanya program kuliah yang berjalan kurang maksimal, hingga terdapat gap antara tenaga pendidik junior dan senior. Melalui kisah keenam tokoh, penulis juga menekankan bahwa ijazah bukan jaminan apa-apa. Memang bisa bermanfaat, Oleh karena itu, buku karya J.S. Khairen ini sangat cocok untuk dibaca oleh mahasiswa karena terdapat cerita yang dapat memotivasi kita melalui setiap permasalahan para tokoh.

 

Nah, itulah tadi buku-buku yang wajib dibaca oleh para mahasiswa. Dengan adanya rekomendasi tersebut, dapat memberikan wawasan lebih luas lagi daripada yang sebelumnya.